Sabtu, April 16, 2011

Gempa dan Tsunami Dirancang untuk Jatuhkan Jepang?

Pada Jumat (11/3), terjadi gempa dahsyat berskala 9 skala richter dan disusul gelombang tsunami yang menyapu wilayah pantai timur negeri sakura tersebut. Bencana tersebut tidak hanya menimbulkan korban yang luas dan kerusakan fatal dan menyebabkan beberapa instalasi nuklir meledak. Tapi, benarkah bencana tersebut bukan murni bencana alam alias ada yang merencanakan?

Dalam kartu "Combined Disaster" (kombinasi bencana) dari Permainan Kartu Illuminati memperlihatkan bahwa bencana gempa bumi Jepang direncanakan untuk menjatuhkan Jepang. Kartu tersebut juga memperkuat klaim dari Benjamin Fulford, yakni bencana gempa dahsyat yang menghantam Jepang diciptakan dengan senjata gempa bumi HAARP (High Frequency Active Auroral Research Program) yang menyerang Jepang pada 11 Maret 2011 dan mengakibatkan tsunami sepanjang 10 meter di sepanjang sebagian besar garis pantai Jepang. Serangan tersebut berasal dari sejumlah elemen pemerintahan AS yang terletak di beberapa pangkalan bawah tanah di New Mexico dan Nevada.

Dalam sebuah pernyataan, Benjamin Fulford, jurnalis keturunan Kanada-Yahudi yang menetap di Jepang dan telah dinaturalisasi jadi warga negara Jepang, mengatakan bahwa bencana gempa Jepang berasal di New Mexico dan Nevada, AS.

Senjata gempa mengerikan HAARP yang mengakibatkan gempa dan tsunami di Jepang berasal dari bawah tanah di New Mexico dan Nevada, demikian menurut informasi dari sejumlah sumber Pentagon dan CIA.

Beberapa waktu lalu, Presiden Venezuela juga menyebut Gempa Haiti disebabkan oleh HAARP.

HAARP adalah program penelitian yang didanai bersama oleh Angkatan Udara AS, Angkatan Laut AS, University of Alaska, dan Defense Advanced Research Projects Agency (DARPA). Tujuannya diklaim adalah menganalisisi lapisan ionosfer dan mengembangkan teknologi peningkatan komunikasi radio di ionosfer dan pengintaian seperti deteksi peluru kendali.

HAARP menjadi subjek dari berbagai teori konspirasi. Sejumlah tokoh menyebutkan mengenai berbagai motif dan kemampuan tersembunyi dari proyek tersebut. Peneliti komputer David Naiditch menyebut HAARP "magnet bagi teori konspirasi." Ia juga mengatakan bahwa proyek tersebut berada di balik berbagai bencana seperti banjir, kekeringan, angin topan, hujan badai, dan gempa bumi seperti di Pakistan dan Filipina.

Kartu yang menunjukkan direncanakannya gempa Jepang tersebut tentu mengejutkan, sama halnya dengan kartu lain yang dikeluarkan jauh sebelum 9/11 dan memperlihatkan menara kembar WTC dirobohkan. Anehnya, permainan kartu tersebut muncul di toko-toko khusus pada tahun 1995, jauh sebelum peristiwa sebenarnya terjadi pada 2001.

Kartu tersebut mampu secara akurat menggambarkan serangan WTC secara terperinci. Gambar yang terdapat di kartu tersebut secara akurat menggambarkan bahwa salah satu dari dua menara WTC yang pertama ditabrak. Namun, kartu tersebut juga memperlihatkan kepemimpinan Illuminati yang diperlihatkan di gedung paling kiri yang bergambar piramida Illuminati dengan mata yang bisa melihat semua terletak di puncak piramida. Tulisan di atas kartu tersebut juga langsung menyebut para pelaku serangan sebagai "teroris."

Namun, tulisan di kartu tersebut menyebutkan "Terrorist Nuke" yang artinya nuklir teroris, padahal menara kembar ditabrak oleh pesawat terbang. Hal itu memunculkan tanda tanya dan kemungkinan bahwa menara kembar diruntuhkan dengan bantuan bom nuklir skala kecil. Ledakan bom nuklir berskala kecil dapat menjelaskan runtuhnya beton dan kerangka baja menjadi abu bersama runtuhnya menara, demikian juga dengan panas luar biasa yang masih tetap terasa di Ground Zero selama beberapa bulan setelah 9/11.

Kartu lain menggambarkan gedung Pentagon yang terbakar. Kecuali seseorang mengetahui rencana Illuminati, mustahil ada yang bisa membuat gambar secara akurat mengenai peristiwa 9/11 pada tahun 1995.

Kedua kartu tersebut menggambarkan dua serangan pada 11 September 2001, pertama terhadap menara kembar, kemudian terhadap Pentagon.(SMcom)

Pusaran Air Misterius Pasca Tsunami di Jepang


Pusaran air pascatsunami di Jepang (AP Photo/Kyodo News)

VIVAnews – Sebuah pusaran air terbentuk setelah tsunami yang menghantam utara Jepang, kemarin. Tsunami itu telah menciptakan pusaran air besar di pelabuhan lepas pantai timur negara itu. Menurut peneliti, pusaran air tidak biasa terjadi setelah adanya gelombang tsunami.

Tsunami yang dipicu gempa berkekuatan 8,9 Skala Richter (SR) itu menghantam Jepang, siang kemarin. Pensiunan seismolog Universitas Washington, Ruth Ludwin mengatakan pusaran mungkin saja terjadi setelah tsunami besar. Hal ini didasarkan keterangan saksi mata dan video beberapa tahun terakhir.

“Pusaran air memiliki dampak cukup besar pada imajinasi manusia, sangat menakutkan,” kata Ludwin seperti dikutip dari Livescience. “Tapi dari perspektif catatan geologi, pusaran air tidak meninggalkan jejak khusus yang bisa dikenali sejauh ini.”



Menurutnya, pusaran air tercipta karena ada interaksi dari arus air yang deras dan geologi dari garis pantai serta dasar laut. “Jelas, ada banyak air yang terdorong dan kemudian surut di dekat garis pantai,” jelasnya.

Hubert Chanson, profesor teknik hidrolik dan mekanika fluida terapan di Universitas Queensland, Australia, menjelaskan, ketika tsunami menghantam garis pantai, sejumlah air menghantam muka tanah yang kering. Dengan cara entah bagaimana, hal ini menciptakan fenomena mirip gelombang memecah bendungan.

Hal ini, kata dia, mirip dengan kejadian tsunami di Indonesia dan Thailand pada December 2004 kemudian tsunami Jepang, Jumat 11 Maret 2011.

Di saat yang sama, dampak tsunami di perairan pantai mendorong gerakan turbulen yang sangat intens. Dan dengan kedalaman tertentu, lanjutnya, sebuah pusaran besar bisa terbentuk.

Ludwin menambahkan gambar dan video pertama yang mengabadikan pusaran air setelah tsunami muncul di tsunami Samudera Hindia, 2004 silam. Tapi, dia menilai keterangan saksi mata sebelumnya menunjukkan bahwa pusaran air tsunami bukanlah hal baru.

Sebelum 2004, ada laporan mengenai pusaran air ini setelah gempa bumi besar Lisbon tahun 1775. Orang-orang Haida dari Kepulauan Ratu Charlotte di lepas pantai British Columbia memiliki mitos tentang gelombang busa berputar

Fenomena Kolam Hijau di Kutub Selatan


David Munroe/ USAP
Fenomena kolam hijau di Kutub Selatan berisi banyak nutrisi bagi organisme ini disebabkan pemansan global.

KOMPAS.com - Sebuah kolam yang dipadati kehidupan ditemukan di antara es di Kutub Selatan. Kolam yang dikelilingi es warna putih tersebut berisi air berwarna hijau sehingga terlihat mencolok dibanding perairan sekitarnya. Kata para ilmuwan, inilah anugerah pemanasan global.

Menurut mereka, kolam di daerah terpencil itu berwarna hijau akibat klorofil dari ganggang yang terdapat di situ. Di kolam itu pula didapati krustasea kecil, ikan, larva udang.

“Ini kolam terhijau yang pernah saya lihat,” kata Patricia Yager, kepala ilmuwan Amundsen Sea Polynya International Research Expedition (ASPIRE). Yager mengutarakan kalau jumlah klorofil per liter di kolam itu lima kali lebih banyak dibandingkan beberapa tempat di Sungai Amazon.

Kolam yang dikelilingi oleh es laut seperti ini sering disebut dengan istilah polynya. Perairan seperti ini biasanya kaya nutrisi dan menjadi tempat bernaung bagi binatang, baik besar maupun kecil. Demikian jelas Yager.

Polynya bisa terbentuk dengan dua alasan: angin yang meniup bongkah es menjauh dari pantai dan udara atau air hangat mencairkan es. Ketika es mencair, nutrisi turut terlepas ke laut. Nutrisi yang kebanyakan penting bagi tumbuhan itu membuat ganggang berkembang.

“Ketika gletser dan es laut di bagian barat Kutub Selatan mencair karena pemanasan global, lebih banyak nutrisi yang mengalir ke lautan dan membuat ganggang berkembang semakin luas,” Yager menjelaskan.

Menurut Yager, ledakan jumlah ganggang ini bisa jadi anugerah karena ganggang melahap karbon dioksidad akibat efek rumah kaca. “Tapi ini baru satu sisi,” katanya.

Ia mengatakan kalau ganggang menjadi makanan bagi zooplankton yang melepaskan karbon dioksida ke atmosfer saat bernapas. Yager juga menyebutkan bakteri yang mengurai ganggang mati dan mengubah karbon menjadi karbon dioksida.

Meskipun demikian, untuk saat ini, kolam polynya merupakan hal yang baik bagi iklim Bumi karena mereka memerangkap karbon. “Tapi hanya itu saja,” kata Lisa Miller, ahli biologi kelautan dari Fisheries and Oceans Canada. (National Geographic Indonesia/Alex Pangestu)

Pulau Terdepan Indonesia Terancam Tenggelam


REPUBLIKA.CO.ID,BATAM - Pulau Batu Berantai, yang merupakan pulau terdepan NKRI dan berada dalam wilayah administratif Kota Batam Provinsi Kepulauan Riau, nyaris tenggelam.

"Pulau itu hanya ada saat surut. Sedang waktu pasang, pulau itu tenggelam," kata Wali Kota Batam, Ahmad Dahlan, Senin (28/2).

Ahmad mengatakan keberadaan Pulau Batu Berantai penting bagi kedaulatan NKRI. Karena, pulau tersebut satu dari tiga pulau terluar yang berbatasan dengan Perairan Singapura. "Jaraknya hanya tiga sampai lima kilometer dari Singapura," kata Wali Kota.

Pemerintah Kota Batam, kata Ahmad, meminta pemerintah pusat untuk segera mereklamasi Pulau Batu Berantai agar tidak hilang. Permintaan itu disampaikan langsung kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono saat melakukan kunjungan kerja ke Bintan pada beberapa waktu lalu.

Wali Kota mengatakan Presiden merespons positif permintaan itu dan akan melakukan kajian bersama.
"Jawabannya baru akan diberikan dua bulan lagi," kata Ahmad.

Bila pulau kecil itu sudah direklamasi, Ahmad mengatakan akan membangun tugu yang menyatakan pulau itu bagian dari NKRI. Ia mengatakan tidak akan merelokasi penduduk untuk tinggal di pulau terdepan tersebut.

Pulau Batu Berantai merupakan satu dari tiga pulau terdepan yang terdapat di wilayah administratif Kota Batam selain Pulau Nipah dan Pulau Puteri. Kondisi Pulau Nipah dan Pulau Puteri relatif lebih baik ketimbang Pulau Batu Berantai karena sudah direklamasi dan dijaga tentara.

FENOMENA HUJAN GUMPALAN JEL DI AMERIKA

Pada tahun 1994, di Oakville, Washington, USA telah terjadi sebuah fenomena aneh. Wilayah dengan populasi sebanyak 665 jiwa tersebut dikejutkan dengan sebuah fenomena aneh berupa hujan turun dengan deras, namun bukan hujan biasa melainkan hujan subtansi misterius yang berupa jel. Keanehan tidak sampai disitu saja, setelah hujan misterius itu reda, beberapa penduduk mulai mengalami gejala flu. Apakah hujan misterius itu penyebabnya?
Peristiwa tersebut tepatnya terjadi pada tanggal 7 Agustus 1994 di pagi hari. Penduduk pun tidak menyadari bahwa pada hari itu akan terjadi hujan. Lalu, tidak lama kemudian, hujan pun turun, namun bukan hujan air melainkan hujan substansi misterius yang berupa jel.


Hujan misterius itu pun tidak berlangsung lama. Setelah reda, penduduk melihat gumpalan jel itu berserakan dimana – mana. Karena peristiwa itu belum pernah terjadi sebelumnya di Oakville, maka banyak penduduk yang mencoba untuk memegang substansi berbentuk jel tersebut. Seorang polisi setempat mengatakan, ” Substansi ini sangat lembek, seperti memegang segumpal jeli di tanganmu. Kita tahu bahwa banyak fenomena aneh di dunia ini, tapi ini benar – benar sesuatu yang tidak biasa.

Menjelang sore hari, sebagian besar penduduk mulai merasakan gejala aneh pada tubuh mereka. Mereka mengalami pusing – pusing, mual, susah bernapas, bahkan ada penduduk yang sampai pingsan. Puluhan atau mungkin ratusan penduduk dilarikan ke rumah sakit setempat, dan yang membuat terkejut adalah gejala yang diderita oleh tiap – tiap penduduk berbeda. Ada yang hanya mengalami gejala flu, ada yang menderita vertigo serius dengan komplikasi di bagian mata, ada juga menderita infeksi telinga dalam. Karena banyak yang menduga bahwa wabah epidemi misterius tersebut diakibatkan oleh hujan aneh itu, maka salah seorang penduduk yang bernama Sunny membawa substansi aneh itu ke rumah sakit untuk diteliti.


Setelah diteliti oleh pihak rumah sakit, seorang teknisi lab mengumumkan hasil tes labnya. Menurut dia substansi tersebut megansung sel darah putih manusia, hmm..mirip dengan hujan merah di Kerala, namun dengan kasus yang berbeda. Kami memang belum dapat memastikan apakah hal ini yang menyebabkan epidemi di wilayah ini, namun kami telah mengirimkan sampel ke Departemen Kesehatan Washington untuk diteliti lebih lanjut.

Sementara itu, seorang mikrobiologis lain bernama Mike McDowell mengatakan jika ia tidak menemukan struktur biologis apapun dalam substansi itu, namun ia menemukan dua jenis bakter yang berbahaya bagi manusia. Salah satunya menyerang sistem pencernaan manusia, namun Mike juga belum bisa memastikan jenis bakteri tersebut.

Lalu, dari mana substansi ini berasal? beberapa orang menduga bahwa subtansi misterius itu berasal dari kotoran manusia yang dibuang dari pesawat terbang komersil.Tetapi, teori itu mendapat sanggahan karena sesuai dengan regulasi FAA, kotoran yang dibuang dari pesawat komersil berwarna biru karena dicampur dengan bahan khusus, sedangkan substansi tersebut berwarna bening.

Menurut salah seorang penduduk, hujan aneh tersebut telah mengguyur Oakville sebanyak 6 kali dalam waktu 3 minggu. Banyak orang yang sakit dan hewan pun banyak yang mati setelah memegang gumpalan aneh itu. Penduduk itu kemudian membawa sampel gumpalan tersebut dan membawanya ke ahli mikrobiologis lain, yaitu Tim Davis.

Setelah diteliti, Davis mengatakan bahwa ia menemukan sel eukariotik dalam gumpalan tersebut, meskipun ia belum yakin sepenuhnya. Ia mengatakan bahwa sel eukariotik tersebut merupakan sel yang ditemukan pada makhluk hidup, khususnya pada hewan.

Karena kasus hujan gumpalan aneh ini masih menjadi misteri dan belum terpecahkan, timbullah berbagai spekulasi mengenai peristiwa yang melanda Oakville pada tanggal 7 Agustus 1994. Salah satu teori yang paling populer adalah teori chemtrail. Seorang penduduk mengatakan jika banyak pesawat militer yang terbang rendah di daerah mereka, bahkan terkadang ada helikopter hitam yang juga terbang rendah melewati kawasan Oakville. Mereka menduga bahwa subtansi misterius tersbeut berasal dari pesawat dan helikopter tersebut.

Sayangnya, teori mereka sampai saat ini masih belum dapat dibuktikan, meskipun terdengar menyakinkan. Bagaimanapun juga, hujan substansi misterius yang terjadu di wilayah Oakville masih menyimpan misteri hingga saat ini, dan pertanyaan terbesar yang menghantui penduduk Oakville adalah Darimana, bagaimana, dan mengapa peristiwa aneh itu melanda wilayah mereka.

Info ini di dapat dari beritaunik.net

Memahami fenomena hujan hewan, darah dan materi organik


Hujan hewan dan darah. Ini adalah salah satu topik yang paling sering dibahas oleh para blogger misteri. Namun fenomena ini menjadi lebih familiar di telinga kita akhir-akhir ini karena siaran-siaran televisi mengkaitkannya dengan fenomena mistik (walaupun fenomena yang disinggung sebenarnya telah berlangsung beberapa tahun yang lalu). Karena itu, tidak ada salahnya kita kembali mereview fenomena ini dan melihat kaitannya dengan dunia sains.

Ketika kita mendengar nama "hujan hewan", mungkin kita segera beranggapan kalau sebutan ini adalah sebuah idiom. Tetapi, sesungguhnya nama ini benar-benar mencerminkan peristiwa yang sebenarnya, yaitu jatuhnya hewan-hewan seperti ikan atau kodok ke bumi. Walaupun berhubungan dengan hewan, fenomena ini lebih sering dikaitkan dengan fenomena meteorologi. Kita akan melihat sebabnya nanti.

Fenomena ini tidak terbatas pada jatuhnya hewan-hewan saja, melainkan juga materi-materi organik lainnya seperti daging atau darah.

Walaupun baru dihebohkan akhir-akhir ini oleh beberapa siaran televisi, catatan mengenai keberadaan fenomena ini sebenarnya telah berlangsung sejak ribuan tahun yang lalu. Contohnya Pliny the elder, seorang sejarawan Romawi kuno yang hidup pada abad ke-1 Masehi, pernah menyebutkan mengenai adanya badai kodok dan ikan.

Jadi, fenomena ini jelas bukan sesuatu yang baru.

Lalu, apa yang menyebabkannya? apakah fenomena ini berkaitan dengan peristiwa mistik? Jawabannya: tentu saja tidak.

Penyebab Fenomena
Pernahkah kalian menonton film berjudul Twister?

Dari judulnya saja, kita tahu kalau film ini bercerita mengenai tornado. Dalam salah satu adegan, kita bisa melihat sebuah tornado berskala 5 mengamuk dengan ganas. Setiap benda yang dilewatinya dihisap dan terangkat ke langit, entahkah itu rumah, pohon, sapi atau bahkan sebuah truk berukuran besar.

Setelah beberapa lama terbang di langit, ketika kekuatan tornado melemah, benda-benda yang diterbangkannya akan terhempas kembali ke bumi. Dengan kata lain terjadi hujan puing, pohon, truk dan tentu saja sapi.

Sama seperti apa yang digambarkan di film tersebut, fenomena hujan hewan kebanyakan disebabkan oleh angin tornado, baik yang terbentuk di darat atau di perairan (waterspout).

Salah satu deskripsi yang meneguhkan kesimpulan ini dapat ditemukan pada cuplikan berita yang dimuat di sebuah harian di Minneapolis, Amerika Serikat, pada Juli 1901:

"Ketika badai sedang bertiup dengan kencang-kencangnya, terlihat sebuah kumpulan besar berwarna hijau seperti sedang turun dari langit, lalu terdengar suara rintik-rintik aneh. Ketika badai reda, para penduduk menemukan berbagai jenis katak menutupi area seluas lebih dari empat blok, bahkan di beberapa ruas jalan, jumlah katak sangat banyak sehingga jalan itu tidak dapat dilewati."

Dalam kondisi badai petir, sebuah tornado mini bisa terbentuk. Ketika tornado mini ini bergerak melewati air dimana terdapat ikan atau kodok, angin ini akan mengangkat hewan-hewan tersebut hingga sejauh beberapa mil. Cepat atau lambat, hewan-hewan tersebut akan jatuh ke bumi. Dalam beberapa kasus, ada hewan yang masih hidup ketika jatuh ke bumi. Dalam kasus lain, hewan-hewan tersebut sudah berada dalam kondisi mati atau membeku.


Selain karena tornado yang terbentuk di darat, Hujan hewan juga bisa disebabkan oleh tornado yang terbentuk di perairan yang biasa disebut waterspout. Kolom udara ini diperkirakan telah menghisap hewan-hewan yang ada di air dan membawanya terbang hingga menjatuhkannya ke tempat lain yang berjarak cukup jauh. Ini bisa menjelaskan mengapa dalam banyak kasus hujan hewan, hanya ditemukan hewan-hewan air tanpa adanya benda-benda darat seperti rumput atau kayu.



Hujan hewan lainnya
Dari antara fenomena hujan hewan, hujan ikan adalah yang paling umum terjadi. Misalnya, peristiwa hujan ikan di Singapura yang terjadi pada tahun 1861. Lalu di Rhode Island pada tahun 1900 atau di India pada tahun 2009.

Yang menarik adalah, fenomena hujan ikan yang terjadi setiap tahun antara bulan Mei dan Juli di Honduras dan telah berlangsung selama lebih dari 100 tahun. Sebelum hujan ikan terjadi, memang para penduduk selalu melaporkan adanya badai petir yang mendahului.

Selain ikan, hewan lainpun tidak luput dari cengkeraman sang tornado.

Pada tanggal 1 Agustus 1869, seekor sapi dikabarkan jatuh dari langit di California. Peristiwa serupa juga dilaporkan pada tahun 1876 di Kentucky. Sekarang, dengan adanya teknologi kamera perekam, sapi yang dibawa angin dan jatuh bukan lagi sesuatu yang aneh. Ya, walaupun hanya satu ekor, sapi yang jatuh pun disebut "hujan sapi".

Pada tahun 1894, di kota Bath, Inggris, terjadi hujan ubur-ubur.

Pada tanggal 6 April 2007, terjadi hujan laba-laba di propinsi Salta, Argentina.


Pada tanggal 11 Juli 2007, terjadi hujan cacing di Louisiana, Amerika Serikat. Cacing-cacing ini dipercaya terbawa semburan angin dari Lacassine Bayou yang jaraknya 5 mil dari lokasi peristiwa.

Pada Juni 2009, terjadi hujan ikan dan kecebong di perfektur Ishikawa, Jepang. peristiwa Ishikawa ini adalah peristiwa yang paling banyak diberitakan oleh televisi Indonesia akhir-akhir ini.


Lalu, pada tanggal 11 Maret 2010, saya memposting mengenai peristiwa jatuhnya lebih dari 100 ekor burung jalak di Somerset, Inggris, yang dilaporkan oleh seorang perempuan bernama Julie Knight. Walaupun peristiwa ini belum tentu disebabkan oleh angin, tetapi peristiwa inipun bisa disebut sebagai "hujan burung".

Namun, masih ada satu misteri yang meliputi fenomena hujan hewan. Teori tornado mini memang dianggap bisa menjawab cara membawa hewan-hewan tersebut ke darat, namun para peneliti masih berusaha memahami mengapa pada umumnya hanya satu jenis hewan yang jatuh ke bumi setiap kali hujan. Teka-teki ini masih belum mendapatkan pemecahannya hingga saat ini.

Hujan Materi Organik
Sama dengan fenomena hujan hewan, masih ada bagian-bagian dari fenomena hujan organik yang belum dapat dipahami sepenuhnya oleh para peneliti.

Salah satu peristiwa yang berhubungan dengan hujan materi organik adalah peristiwa hujan daging segar yang terjadi pada tanggal 9 Maret 1876 di Olympia Springs, Amerika Serikat. Menurut saksi mata bernama Allen Crouch, potongan-potongan daging kecil berjatuhan dari langit di halaman rumahnya seperti butiran salju. Dua pria yang meneliti gumpalan daging itu menyimpulkan kalau daging itu kemungkinan adalah daging menjangan atau domba. Sebagian orang menduga kalau daging itu berasal dari domba-domba yang tercincang ketika terbawa angin.

Lalu, yang kembali dihebohkan pada akhir-akhir ini adalah hujan merah atau hujan darah Kerala yang terjadi pada Juli 2001 di India.

Hujan darah Kerala
Pada tanggal 13 Mei 2009, saya pernah memposting mengenai topik ini secara ringkas. Namun, pada tulisan tersebut saya memang belum menyampaikan hasil kesimpulan resmi para peneliti. Karena itu saya akan sedikit membahasnya kembali.

Pertama kita harus tahu kalau istilah "hujan darah" tidak berarti benar-benar terjadi hujan darah hewan atau manusia. istilah "darah" hanya digunakan untuk merujuk kepada materi air yang berwarna merah. Walaupun langka, namun peristiwa "hujan darah" bukan sesuatu yang asing dalam dunia sains. Contohnya, peristiwa serupa juga pernah terjadi di Columbia pada tahun 2008.

Beberapa peneliti telah mengajukan teori mengenai hujan merah Kerala. Salah satunya adalah teori yang mengatakan kalau materi merah yang bercampur dengan air hujan itu adalah darah sejumlah besar kelelawar yang terbunuh ketika melewati badai.

Sebagian lain percaya kalau warna merah itu adalah pasir gurun yang terbawa angin dan jatuh bersamaan dengan hujan.

Lalu, ada lagi teori yang menyebutkan kalau partikel merah itu sebenarnya adalah debu meteor. Pada kasus "Hujan darah" yang terjadi di Sisilia pada tahun 1872, peneliti berhasil menemukan adanya kandungan besi merah yang membuat mereka mengambil kesimpulan kalau partikel merah itu diakibatkan oleh debu meteor.

Sebagian lagi percaya kalau warna merah itu mungkin disebabkan oleh sejenis bakteri karena peristiwa serupa (walaupun bukan berupa hujan) pernah terlihat di Antartika dimana saljunya mengeluarkan cairan merah seperti darah. Saya pernah memposting mengenai ini pada tanggal 14 Mei 2010.

Namun, mengenai hujan darah Kerala sendiri, pemerintah India bersama Centre for earth Science Studies telah mengeluarkan pernyataan resmi kalau penyebab warna merah tersebut adalah spora sejenis alga yang termasuk ke dalam genus Trentepohlia. Alga jenis ini memang banyak terdapat di wilayah Kerala.

Penemuan ini didukung oleh Seffield University yang bersama dengan Dr.Chandra Wickramasinghe telah lama mempelajari spora stratosferik secara mendalam. Dr.Wickramasinghe mengatakan kalau partikel merah pada hujan Kerala mirip seperti jamur karat dan ia juga menegaskan tidak adanya darah pada hujan tersebut.

Namun, walaupun penyebab warna merah pada air hujan telah diketahui, para peneliti masih belum bisa memastikan bagaimana spora itu bisa menyebar dalam jumlah besar. Tetapi paling tidak, kita tahu kalau peristiwa ini sama sekali tidak berhubungan dengan sesuatu yang mistik.

Peristiwa Nelayan Jepang dan Sapi Langit
Sebelum saya akhiri tulisan ini, saya ingin menceritakan sebuah kisah untuk kalian para pembaca. Kisah ini mengenai seekor sapi yang jatuh dari langit.

Pada tahun 1997, Tim penyelamat Jepang berhasil menyelamatkan sejumlah nelayan yang telah berpegangan di puing-puing kapal mereka di laut lepas selama beberapa jam.

Yang menarik adalah, pengakuan mereka mengenai penyebab tenggelamnya kapal mereka.

Menurut nelayan-nelayan itu, seekor sapi telah jatuh dari langit, menimpa kapal mereka dan menyebabkannya tenggelam. Pihak berwenang yang mendengar pengakuan ini mengira mereka sedang bercanda dan segera menjadi gusar. Lalu, para nelayan yang malang itu segera dimasukkan ke dalam penjara.

Tidak lama kemudian, angkatan udara Rusia menginformasikan kepada pihak otoritas Jepang kalau salah satu kru mereka telah mencuri seekor sapi untuk dipotong. Sapi itu kemudian dimasukkan ke dalam pesawat dan dibawa terbang. Ketika pesawat sedang mengudara, sapi itu menjadi marah dan mulai mengacaukan situasi, mungkin karena panik atau mabuk udara.

Untuk menyelamatkan pesawat yang sedang terbang, para kru memutuskan untuk melempar sapi itu keluar.

Dan akhirnya, kita mendapatkan sebuah kapal penangkap ikan yang tenggelam dan para nelayannya yang berjuang memegang puing-puing kapal sambil berusaha merenungkan peristiwa yang baru saja menimpa mereka.

Ini baru namanya hari yang sial.

Jadi, ketika kita melihat keluar dan masih melihat tetesan air bening yang turun ke bumi, mungkin kita harus mengucap syukur karenanya (ingat nasib para nelayan Jepang).

(wikipedia, bbc.co.uk, rulesmasters.com, thelivingmoon.com)

Jutaan Ikan Mati Di King's Harbor Marina, Redondo Beach California

Para ahli biologi telah menemukan jutaan ikan mati yang muncul di King's Harbor Marina di Redondo Beach hari Rabu, setelah dites positif keracunan neurotoxin berbahaya. Departemen Ikan California awalnya menyalahkan keamtian massal ikan - ikan ini akibat kekurangan oksigen namun hasil peneltian lebih lanjut mengungkapkan sebaliknya.


Pejabat mengirimkan sampel ikan ke laboratorium untuk mengetahui racun, tetapi hasilnya tidak akan dipublikasikan sampai minggu depan.

jejak yang tinggi asam domoic ditemukan oleh tim independen dari ahli biologi di University of Southern California, setelah mereka meneliti dengan mengambil sampel mereka sendiri.

para ahli mengatakan. Akibat pengaruh neurotoxin yang kuat ikan sarden berenang dengan kekacaun ke marina,Mereka masih percaya bahwa kadar oksigen yang kritis dan rendah,adalah penyebab utama kematia, dan bukannya toksin ataupun ganggang laut.Pekerja umum dan relawan telah bekerja selama berhari-hari untuk membersihkan marina, setelah jutaan ikan mati terdampar Rabu pagi.Para ahli percaya bahwa ikan pertama tercekik setelah dikejar ke marina oleh air yang beracun Selasa malam.

Ikan mati, sebagian besar sarden bersama dengan ikan teri dan mackerel, mengapung sampai ke permukaan dari dasar laut pada hari Rabu.

Para pejabat mengatakan ada lapisan ikan sekitar dengan tebal sekitar 12 sampai 18 inci menutupi bagian bawah marina, dan ikan yang akan terus mengambang sampai ke permukaan.
Ahli keLautan telah memperingatkan bahwa waktu sangat penting, karena jika ikan membusuk, kadar oksigen akan terus turun di marina, hal ini akan membunuh kehidupan laut lainnya.

pembusukan juga dapat meningkatkan nutrisi di pelabuhan, yang menyebabkan Ganggang tumbuh dengan marak yang akan menguras kadar oksigen lebih lanjut.

Pemadam kebakaran menggunakan selang di bagian bawah pelabuhan untuk mencoba membuat bangkai ikan naik agar mudah diangkat.Sebuah truk vakum selokan juga digunakan untuk menyedot ikan mati dari air dengan selang plastik panjang.
Diperkirakan bahwa kegiatan bersih-bersih ini akan menelan biaya sekitar $ 100.000.
Ikan mati dibawa ke sebuah fasilitas dekat Victorville untuk diubah menjadi kompos organik.