Jumat, April 22, 2011

Monyet Yang Jatuh cinta dengan Ayam



DitoNews - Cinta ternyata milik siapa saja. Perasaan mencintai dan dicintai ternyata tak hanya milik manusia antar manusia. Binatang atau hewan pun ternyata bisa jatuh cinta.

Seperti yang terjadi di Desa/Kecamatan Pasirian, Lumajang. Monyet dan ayam betina menjalin percintaan. Percintaan antara kedua jenis binatang yang berbeda ini tampak mesra. Sang monyet terlihat memeluk dan mencium ayam kampung kesayangannya.

Kisah cinta unik antara monyet dan ayam kampung dengan bulu hitam ini menurut pemiliknya terjadi setahun lalu. "Kejadian unik ini terjadi sekitar satu tahunan mas," kata Pemilik Monyet dan Ayam, Ali Murtadi (40) ditemui di rumahnya kepada detiksurabaya.com, Selasa (15/12/2009).

Menurut Ali, monyet miliknya didapat dari kawasan lereng Gunung Semeru di Kecamatan Senduro setahun lalu. Monyet itu dipelihara dan dibuatkan kandang di bawah pohon mangga dekat rumahnya. Awalnya, monyet itu liar namun setelah sebulan dirawat, monyet pun jinak dan bisa menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitar. Bahkan dengan ayam peliharaannya.

"Saya kaget melihat ayam milik saya sering tidur bersama monyet. Tapi sampai sekarang tidak ada masalah," tuturnya.

Pantauan detiksurabaya.com, sang monyet terkadang memperlihatkan kebolehannya menari. Monyet itu bergoyang-goyang dan membuat ayam betina mendatanginya. Seperti layaknya sepasang kekasih, ketika ayam datang, sang monyet langsung menyambut dengan pelukan dan ciuman mesra.

Aksi dari kedua binatang berbeda jenis ini mendapat perhatian masyarakat. Mereka berbondong-bondong menyaksikan 'percintaan' kedua binatang itu. Saat kedua binatang itu menunjukkan kemesraan, warga yang menonton tertawa.

"Saya tahu ada monyet 'nikah' dengan ayam dari mulut ke mulut," tutur Suhartono (50) warga Desa Tempeh Tengah, Kecamatan Tempeh yang datang bersama istri dan anaknya karena penasaran.

Makhluk terbang misterius pada peristiwa 911


DitoNews - Pada tanggal 11 September 2001, menara kembar WTC ditabrak oleh dua pesawat terbang. Menara kembar tersebut runtuh, rata dengan tanah. Semua mata dunia memandang peristiwa tersebut. Tentu saja, peristiwa tersebut mengubah pandangan dunia tentang terorisme. Namun, Pada saat runtuhnya menara kembar tersebut, satu makhluk misterius tertangkap kamera sedang terbang di sekitar gedung tersebut.

Steve Moran, seorang penduduk New York berkata,”Aku tinggal di New York dan ketika aku mendengar menara kembar diserang, aku segera bergegas ke lokasi untuk mengambil foto. Pertama-tama, aku mengambil gambar para pekerja medis yang sedang memberikan pertolongan. Lalu aku mengambil foto di sekitar lokasi kearah selatan di jalan Greenwich. Ketika aku pulang, aku menyadari ada suatu objek yang tertangkap kameraku.”

Steve melanjutkan.”Sepertinya seorang malaikat sedang melayang diatas puing-puing pecahan gedung WTC. Tidak mungkin itu seekor merpati atau bangau karena ukurannya yang besar. Lagipula, kami tidak memiliki burung pelikan atau burung bangkai di New York”

Steve juga memperlihatkan foto lainnya yang mengambil gambar di lokasi yang sama, namun tidak terlihat adanya objek tersebut. Hal ini mengindikasikan bahwa makhluk tersebut adalah objek yang bergerak. Steve menggunakan Kamera digital Kodak DC 4800, dan ia percaya makhluk itu adalah malaikat penolong ataupun malaikat maut.

Para peneliti yang mulanya meragukan foto tersebut kemudian melakukan penelitian terhadap foto atau rekaman peristiwa WTC, dan yang mengejutkan mereka menemukan objek bergerak serupa dari rekaman video CNN. Dengan menggunakan rasio 8:1 dan membandingkannya dengan lebar menara WTC (250 kaki), maka objek bergerak itu seukuran seekor Pterodactyl.

Foto dibawah ini diambil dari rekaman video CNN News.


Coba bandingkan bentuk objek itu dengan seekor Pterodactyl. Yang lain mengatakan bahwa makhluk itu lebih menyerupai Mothman dibanding Pterodactyl. Namun Mothman belum pernah terlihat di New York sebelumnya.


Dibanding dengan dugaan Steve bahwa objek itu adalah malaikat, para peneliti lebih mempercayai teori bahwa objek itu adalah seekor Pterodactyl. Tapi tentu saja..masih misterius.

Ini Dia Mumi Janin Berdiam di Perut Wanita Selama 30 Tahun

DediNews, Janin yang dikandung oleh seorang ibu harusnya dikeluarkan dari dalam tubuh. Tapi perempuan asal Dominika tidak mengetahui keberadaan janin di dalam perutnya, setelah 30 tahun janin tersebut sudah menjadi mumi.

Seorang perempuan berusia 59 tahun dari Republik Dominika telah menderita sakit perut yang parah selama beberapa dekade, tapi saat itu tidak ada yang tahu apa penyebab pastinya.

Setelah melakukan pemeriksaan X-ray ternyata diketahui bahwa tanpa sadar perempuan tersebut memiliki janin yang sudah mati dan membatu di dalam perutnya selama paling sedikit 30 tahun. Sisa-sisa mumi janin tersebut dikeluarkan dan diketahui memiliki berat 1,686 kg. Hal ini diungkapkan oleh salah seorang pejabat kesehatan Dominika.

"Perempuan tersebut mengungkapkan bahwa pengalamannya selama sakit panjang ini tidak pernah mendapat perhatian medis yang memadai," ujar Miladys Roman, kepala dokter kandungan dari Luis Eduardo Aybar Hospital di Santo Domingo, seperti dikutip dari Foxnews, Jumat (1/4/2011).

Tapi minggu ini ia datang ke rumah sakit umum dengan keluhan rasa sakit yang hebat di daerah perutnya dan saat itulah diketahui ia memiliki janin yang membatu atau anak batu yang kemungkinan berasal dari usia kehamilan 3-5 bulan.

Perempuan tersebut mengaku terkejut dengan apa yang ditemukan dokter dalam perutnya. Ia mengaku kaget saat diberitahu mengalami kehamilan yang begitu lama dan ia tidak pernah menyadari bahwa perutnya membesar.

Sepuluh tahun sebelumnya di Meksiko ditemukan perempuan 86 tahun yang dirawat di rumah sakit karena memiliki keluhan pencernaan, ternyata diketahui mengandung mumi janin dalam perutnya selama kurang lebih 60 tahun. Selain itu pada tahun 1996 dokter juga menemukan janin yang sudah mati di dalam perut perempuan Brazil selama 15 tahun.

Mumi janin atau janin yang membatu ini memang jarang terjadi, tapi beberapa kasus ditemukan oleh dokter. Dalam istilah medis kondisi ini disebut dengan Lithopedion yang telah dikenal sejak tahun 1557.

Dalam laporan yang dimuat Illinois Medical Journal diketahui bahwa lithopedion adalah janin batu yang dihasilkan dari kehamilan usia 3-4 bulan. Kondisi ini umumnya disebabkan oleh kehamilan ektopik atau hamil di luar rahim.

Pada kehamilan ektopik janin akan melekat di saluran telur dan kemudian tumbuh yang menyebakan beberapa bagian jatuh ke dalam rongga perut. Secara bertahap janin di dalam rongga perut ini akan mengalami pengerasan.detikhealth

Ini Dia Risiko Orang Kantoran Duduk Berjam-jam Mengerikan!

DediNews, Anggapan bahwa kerja kantoran itu lebih enak tidak selamanya benar. Pekerjaan yang mengharuskan seseorang duduk berjam-jam tanpa banyak bergerak justru punya lebih banyak risiko, mulai dari nyeri otot hingga kanker yang mematikan.

Repetitive Strain Injury (RSI) merupakan pemicu nyeri otot dan persendian yang paling banyak dialami oleh pekerja kantoran. Gangguan ini merupakan cedera otot atau sendi yang terjadi karena melakukan gerakan yang sama, berulang-ulang dan terus menerus.

Pekerja kantoran yang cenderung duduk sepanjang hari rentan mengalami RSI karena gerakannya hanya itu-itu saja, misalnya mengetik dan menggerakkan mouse. Menurut survei Microsoft, RSI menyebabkan 30 persen karyawan pernah bolos kerja dan memicu kerugian Rp 4,2 triliun/tahun.

Meski sangat merugikan, perusahaan cenderung tidak menganggap RSI sebagai ancaman kesehatan yang serius. Buktinya menurut survei tersebut, 68 persen keluhan para karyawan terkait RSI tidak mendapat tanggapan dari bagian Human Resources Developmnet (HRD).

Sementara itu, risiko kanker pada pekerja kantoran terungkap sejak 1987 lewat penelitian Prof Richard Stevens dari University of Connecticut. Dikutip dari Telegraph, Rabu (20/42011), penelitian pada tikus tersebut mengaitkan cahaya lampu di perkantoran dengan peningkatan risiko kanker.

Penelitian ini lebih dikaitkan dengan pekerja kantoran yang sering mendapatkan jadwal masuk malam. Hasil pengamatan pada tikus, siklus gelap-terang yang tidak teratur akibat manipulasi cahaya lampu dapat memicu kanker serta peningkatan risiko mati muda.

Dugaan bahwa kerja kantoran bisa memicu kanker diperkuat lagi pada 2007 dengan pernyataan dari International Agency for Research on Cancer, sebuah badan di bawah WHO yang mengurusi kanker. Badan tersebut mengolongkan kerja kantoran sebagai faktor yang diduga kuat memicu kanker.

Kerja kantoran yang menuntut seseorang untuk tidak banyak bergerak digolongkan sebagai 'probable carcinogen' atau diyakini sebagai karsinogen. Artinya, kerja kantoran nyaris disamakan dengan karsinogen atau pemicu kanker lainnya seperti rokok, radiasi dan polusi udara.

Penelitian terbaru pada tahun 2011 akhirnya memastikan adanya kaitan erat antara kerja kantoran dengan risiko kanker, khususnya kanker usus. Orang-orang yang bekerja di kantor paling sedikit 10 tahun akan mengalami peningkatan risiko kanker usus hingga 2 kali lipat.detikhealth

Kanker Sumsum Tulang Belakang Penyakit Langka Banget

DediNews - Kanker sumsum tulang belakang atau multiple myeoma yang didera penyanyi legendaris Franky Sahilatua masuk kategori kanker darah yang menyerang pusat kekebalan tubuh.

Inilah salah satu penyakit terlangka di dunia. Bayangkan hanya 2-3 orang per 100.000 jiwa saja yang mungkin terkena kanker ganas ini. Penyebab dan obatnya pun belum ditemukan.
Penyakit ini banyak menyerang pria dan wanita dengan perbandingan 3:2, kulit hitam lebih sering terkena dibanding kulit putih, dan biasanya ditemukan pada usia di atas 40 tahun. Kasus pada penderita yang berusia kurang dari 40 tahun di bawah tiga persen.

Studi terbaru belum memastikan penyebab kanker sumsum tulang belakang ini. Namun ada beberapa faktor risiko berkembangnya myeloma, seperti paparan bahan kimia atau kuman, perubahan gen, dan kegemukan.

Kasus kanker tulang belakang yang paling banyak terjadi adalah metastasis, yaitu kanker berasal dari bagian lain dari tubuh dan menyebar ke tulang belakang. Ketika kanker menyebar atau berasal di daerah ini, biasanya mempengaruhi satu atau lebih bagian tulang belakang.
Jika seseorang mengembangkan kanker tulang belakang, baik primer atau skunder, ia akan menunjukkan gejala penyakit berbeda. kanker tidak hanya merusak tulang-tulang belakang tetapi juga merusak sumsum tulang belakang penderitanya.

Gejala dan perkembangannya

Tanda paling umum dari kanker tulang di tulang belakang adalah nyeri pada leher atau punggung. Rasa sakit akan terus-menerus dan disertai gejala lainnya. Nyeri ini bisa hanya di daerah belakang, bisa juga menyebar ke anggota badan lain.
Pengembangannya tergantung hanya pada lokasi pertumbuhan abnormal. Jika kanker menyebabkan sejumlah kecil peradangan dan iritasi, rasa sakit biasanya tetap di belakang.
Jika kanker menekan saraf, rasa sakit berdifusi keluar ke "dahan" yang terkait. Tidak peduli sumber rasa sakit, kanker tulang belakang menyebabkan ketidaknyamanan kronis.

Kanker tulang belakang juga dapat menyebabkan inkontinensia. Gejala ini sangat mirip dengan kelemahan, karena tekanan pada saraf tertentu dalam tulang belakang yang bertanggung jawab untuk mengontrol kinerja kandung kemih dan usus.
Jika impuls terganggu, dapat menyebabkan seseorang kehilangan kontrol kandung kemih mereka, usus, atau keduanya.

Perkembangan sel kanker diawali dengan pertumbuhan sel plasma, yang merupakan salah satu bagian dari sel darah putih dalam sumsum tulang yang tidak normal. Sel plasma itu dalam kondisi normal diperlukan, karena menghasilkan protein yang disebut antibodi, sebagai bagian dari sistem imunitas tubuh.

Pada penderita myeloma, sel plasma melebihi kadar normal. Dari lima persen sel plasma yang seharusnya ada di sumsum tulang, pada penderita kanker ini kadarnya bisa dua kali lipat.
Sel plasma yang abnormal ini tidak hanya berdiam di sumsum, tapi juga pada bagian tubuh lain, dan kerap ditemukan di tulang panggul, tulang rusuk, serta tulang tengkorak-karena itu disebut multiple myeloma. Antibodi yang dihasilkan pun ikut meningkat.

Antibodi yang abnormal tadi terkumpul di dalam darah atau air kemih, kadang ditemukan juga di daerah selain tulang, misalnya di paru dan organ reproduksi. Pecahan dari antibodi yang abnormal (protein Bence-Jones) kerap terkumpul di ginjal, merusak dan memicu gagal ginjal.

Selain itu, penderita mengalami anemia, karena sel normal penghasil sel darah merah di sumsum tulang belakang tergeser oleh sel yang tidak normal. Darah yang mengental (sindroma hiperviskositas) pun bisa mempengaruhi aliran darah ke otak, kulit, jari tangan dan kaki, serta hidung.

Seiring perkembangan kanker tulang belakang, seseorang mungkin menderita kelumpuhan. Tergantung pada beratnya kanker, kelumpuhan dapat diisolasi untuk satu anggota badan.
Ukuran dan lokasi pertumbuhan menentukan jumlah kelumpuhan, karena kanker bisa sampai ke titik di mana saraf tampaknya putus atau lesi telah terbentuk pada saraf itu sendiri.

Pengobatan myeloma seperti kemoterapi yang dilakukan hari-hari ini sebatas mencegah atau mengurangi gejala dan komplikasinya, memperlambat perkembangan penyakit, dan menghancurkan sel plasma yang abnormal.
Selain kemoterapi, terapi sel punca (stem cell) dikenal sebagai cara meredam kanker sumsum tulang belakang. Kanker yang sudah hilang itu bakal muncul lagi.inilahdotcom

Jangan Minum Kopi Setelah Makan Makanan Berlemak

DediNews, Makan makanan yang mengandung lemak tentu tidak baik untuk tubuh, tetapi jika Anda mengonsumsi kopi setelah makan makanan berlemak maka dampak negatifnya akan semakin besar lagi.

Hasil studi yang dilakukan oleh University of Guelph menunjukkan bahwa kombinasi lemak dan kafein pada kopi bisa sangat membahayakan tubuh. Peneliti menemukan bahwa orang sehat yang minum kopi setelah makan makanan berlemak mengalami kenaikan gula darah hingga dua kali lipat. Kenaikan gula darah ini bahkan setara dengan orang yang berisiko diabetes.

"Hasil studi memberitahu pada kita bahwa lemak jenuh dapat mengganggu kemampuan tubuh untuk membersihkan gula dalam darah, dan ketika digabungkan dengan kopi yang mengandung kafein, maka dampaknya bisa lebih buruk lagi," jelas Marie-Soleil Beaudoin, yang melakukan penelitian bersama dengan profesor University of Guelph, Lindsay Robinson dan Terry Graham, seperti dilansir preventdisease, Selasa (19/4/2011).

Menurut Beaudoin, kombinasi antara lemak jenuh dan kafein dapat membuat gula tetap berada dalam darah untuk jangka waktu yang lama, yang dampaknya bisa sangat berbahaya.

Studi ini merupakan studi pertama yang mengetahui tentang pengaruh lemak jenuh dan kafein pada kopi terhadap tingkat gula darah. Studi dilakukan dengan menggunakan koktail (novel fat cocktail) yang hanya berisi lemak. Minuman tersebut dirancang khusus untuk memungkinkan peneliti secara akurat meniru apa yang terjadi pada tubuh ketika orang menelan lemak.

Dalam studi ini, pria sehat diminta minum sekitar 1 gram minuman lemak untuk setiap kilogram berat badannya. Enam jam kemudian mereka diberi menu selanjutnya yang terdiri dari minuman gula.

Hasilnya, kadar gula darah subjek meningkat menjadi 32 persen lebih tinggi dibandingkan dengan orang yang tidak mengonsumi lemak.

Peneliti juga menguji dampak kopi berkafein yang dikombinasikan dengan makanan berlemak. Untuk tes ini, peneliti memberi partisipan kopi berkafein 5 jam setelah menelan minuman lemak. Satu jam kemudian diberi minuman gula.

Hasilnya menunjukkan bahwa kadar gula darah meningkat sebesar 65 persen dibandingkan dengan partisipan yang tidak mengonsumsi kopi dan lemak.

"Ini menunjukkan bahwa efek dari makanan lemak yang dikombinasikan dengan kopi bisa bertahan berjam-jam. Bahkan efeknya bisa dua kali lipat dibandingkan orang yang makan makanan berlemak saja," jelas Beaudoin.

Selain tes darah kadar gula, peneliti juga melihat efek gastro-intestinal dengan mengukur hormon incretin yang dirilis oleh usus setelah menelan lemak. Hormon-hormon ini sinyal pankreas untuk melepaskan insulin untuk membantu membersihkan darah dari gula.

"Pada akhirnya kami telah menemukan bahwa lemak dan kopi berkafein dapat merusak komunikasi antara usus dan pankreas, inilah yang menyebabkan mengapa peserta tidak bisa membersihkan gula dari darah mereka dengan mudah," kata Beaudoin.

Menurut Beaudoin, hasil penelitian ini sangat penting bagi orang yang berisiko untuk penyakit metabolik dan diabetes tipe 2.

"Kami telah mengetahui selama bertahun-tahun bahwa orang dengan atau berisiko diabetes tipe 2 harus membatasi konsumsi kafein mereka. Minum kopi tanpa kafein adalah salah satu cara untuk meningkatkan toleransi glukosa seseorang. Membatasi asupan asam lemak jenuh yang ditemukan dalam daging merah, makanan olahan dan makanan fast food juga bermanfaat," tutup Beaudoin.

Hasil studi ini telah dipublikasikan dalam Journal of Nutrition.detikhealth

Mereka Memilih Islam dan Bangga Menjadi Muslim

DediNews - Sekarang, Milena mengikuti kelas pelajaran Al-Quran yang diselenggarakan setiap Rabu malam di North Hudson Islamic Center, Union City, New Jersey. ia adalah salah satu dari ribuan warga AS keturunan Amerika Latin yang masuk Islam.

Milena mengucapkan syahadat sebulan yang lalu, meski ia sudah menikah dengan seorang lelaki muslim keturunan Pakistan selama tujuh tahun. Selama ini, Milena yang selalu menolak untuk masuk Islam jika alasannya hanya demi suaminya yang muslim.

Seperti kebanyakan imigran asal Puerto Rico, Milena adalah penganut Katolik yang taat dan rajin pergi ke gereja. Ia mulai mempertimbangkan agama Islam setelah putera pertamanya lahir.

"Saya jadi tertarik mempelajari Islam tanpa pindah agama, karena anak lelaki saya akan dibesarkan sebagai seorang muslim. Itulah awal mula saya mulai berminat pada Islam," ungkap Milena.

Selama itu, ia menikmati saja proses belajarnya. "Saya sedang mencari ilmu, saya lapar akan ilmu. Saya sangat bergairah dengan apa yang saya rasakan," ujarnya.

Setelah menjadi seorang muslimah, meski baru satu bulan memeluk Islam, Milena mampu dengan cepat beradaptasi dengan kehidupan barunya, sehingga imam yang membimbingnya dan teman sekelas Milena di kelas Al-Quran hampir tidak mengenalinya sebagai seorang orang yang baru masuk Islam.

Sejak seminggu yang lalu, Milena sudah mengenakan jilbab. "Hari minggu lalu, saya pergi ke pesta jilbab. Saya belum tahu bagaimana cara mengenakannya. Pengalaman pertama ini benar-benar mengesankan. Sekarang saya sudah mengenakannya," tutur Milena tentang pengalaman pertamanya mengenakan jilbab.
Namun ia mengakui agak sungkan memakai jilbab karena ia tidak tahu bagaimana reaksi orang saat melihatnya berjilbab. "Tapi semuanya baik-baik saja. Saya merasa nyaman. Saya merasa bangga," tukas Milena.

Rabu malam itu, empat muslimah keturunan Amerika Latin juga sedang mengikuti kelas studi Islam. Diantara mereka adalah Nylka Vargas yang sudah menjadi muslim selama 15 tahun.

Muslimah berlatar belakang keluarga Peruvian-Ekuador ini lahir dan besar di New Jersey. Menurut Nylka, ia memilih Islam karena sejak lama ingin sekali mengenal Tuhan.

"Saya tidak percaya hal-hal yang saya pelajari sebagai seorang Kristiani. Saya percaya akan adanya kekuatan yang lebih besar. Saya mencari kebenaran, hubungan antara hamba dan Sang Pencipta-nya," ujar Nylka.
Ia melanjutkan, "Islam mengajarkan saya banyak kedisplinan, Islam itu selaras dan sempurna; salat dan aturan waktunya. Mengapa itu semua itu dilaksanakan. Islam itu fleksibel tapi disiplin."

Komunitas Muslim Latino di AS

Meski tidak ada data resmi tentang jumlah komunitas muslim Amerika Latin di AS, jumlah mereka dipekirakan cukup besar. Menurut organisasi American Muslim Council, pada tahun 2006, jumlah Muslim Latino di AS dipekirakan 200.000 orang dan kebanyakan dari kalangan peremuan usia muda dan berpendidikan.

"Beberapa tahun belakangan ini, lebih dari 60 persen mualaf adalah perempuan. Kebanyakan dari mereka yang masuk Islam setelah peristiwa serangan 11 September 2001, berasal dari komunitas Amerika Latin. Mungkin, lebih dari 60 persen dari mereka yang masuk Islam di Amerika adalah para Latino," jelas Imam Shamsi Ali dari Islamic Cultural Center New York.

Menurut Imam Ali, alasan paling penting mengapa banyak keturunan Amerika Latin yang masuk Islam, karena pada dasarnya komunitas Amerika Latin yang berlatar belakan Katolik atau Kristen adalah orang-orang yang religius.

"Mereka memiliki kecenderungan pada agama. Itulah sebabnya mereka bisa beralih ke Islam," kata Imam Ali.
Sebuah studi yang pernah dilakukan Samantha Sanchez, salah satu pendiri Latino American Dawah Organization (LADO), menunjukkan bahwa yang paling menarik dari Islam bagi para Latino yang sedang mencari spiritualitas adalah, sistemnya yang terstruktur dan ketatnya orientasi monoteis dalam konsep agama Islam.

Peristiwa tragis serangan 11 September 2001, tidak bisa dipungkiri, justru mendorong banyak non-Muslim di AS masuk Islam. "Literatur tentang Islam banyak sekali. Kalau Anda orang Amerika, siang malam orang membicarakan bahwa Islam itu jelek, Islam itu terorisme, maka Anda mungkin akan mencari buku tentang Islam, dan apa yang Anda lihat? Bukan, Islam mengatakan hal yang berbeda. Dalam konteks ini, Islam makin mencuat setelah peristiwa serangan 11 September," kata Akbar Ahmed.

Mustafa misalnya, lelaki yang berasal dari keluarga Katolik asal Puero Rico ini mulai mencari tahu tentang Islam setelah peristiwa serangan tersebut.

"Begitu saya membaca Al-Quran untuk pertama kalinya. Saya katakan bahwa inilah kebenaran. Saya harus mengakuinya," kata Mustafa.

Meski demikian, butuh waktu hampir enam tahun baginya sebelum akhirnya memutuskan untuk mengucapkan dua kalimat syahadat pada tahun 2007.

Komunitas Muslim Lation di AS terkonsentrasi di beberapa kota, yang paling banyak berada di kota New York, Chicago, Los Angeles, Miami dan kota-kota urban lainnya. Dari hasil survei LADO menunjukkan, California adalah kota yang paling banyak Muslim Latino-nya.

Mereka juga Memilih Islam

Khalil Salgado, imigran AS asal Puerto Rico yang dibesarkan di Bronx, New York, masuk Islam pada tahun 1995. Sekarang, ia menjabat sebagai sekretaris League of Latin American Muslim Organizations dan menjadi salah seorang pemuka masyarakat Muslim di AS.

Setelah masuk Islam, Salgado belajar bahasa Arab dan studi Islam ke Mekkah dan Riyadh, Arab Saudi. Ia kini mengajar di sekolah Islam di Nashville Tenn.

Sama seperti Salgado, Anthony Umar Navarro juga belajar bahasa Arab dan agama Islam ke luar negeri setelah masuk Islam. Lelaki asal Puerto Rico dan sebelumnya beragama Katolik ini, sekarang tinggal di Mesir bersama istrinya.

"Saya masih berusaha untuk menjalani hidup seperti Rasulullah Saw. tanpa terganggu oleh pengaruh kehidupan modern," kata Umar Navarro.

Ia mengungkapkan, sebelum masuk Islam, dirinya terjerumus dalam "berton-ton persoalan; hampir setiap hari tawuran di jalan dan ditangkap polisi."

"Saya betul-betul tidak peduli dengan apapun, sampai saya menyaksikan sendiri teman karib saya dibunuh. Ketika dia mati, saya ingin tahu ia pergi kemana," ujar Umar.

Ia lalu bertemu dengan seorang muslim asal Dominika, yang menjadi aktivis yang menangani anak-anak jalanan bermasalah seperti dirinya. Dari perkenalan itu, Umar menemukan Islam.

"Saya mengucapkan dua kalimat syahadat, dua bulan sebelum ulang tahun saya yang ke-21. Sejak itu, saya meninggalkan kehidupan jalanan. Sebelum ini, tidak ada yang saya takuti. Tapi sekarang, saya takut hanya pada satu hal, pada Allah," tukas Umar.

Umar mengakui, Islam telah mengubah hidupnya dan telah membuatnya menjadi orang yang lebih sabar.
Lain lagi cerita Gina yang berasal dari keluarga campuran Panama-Dominika, tapi lahir dan besar di New York. Gina belum menceritakan pada orang tuanya bahwa ia sudah menjadi seorang muslimah. Tapi belakangan, ia sudah mulai terbuka pada kakak perempuannya.

Gina yang kini belajar Islam di Islamic Cultural Center New York mengungkapkan, kakaknya melontarkan komentar negatif seperti yang sering ditulis media massa, ketika tahu adiknya masuk Islam. Gina berusaha menjelaskan bahwa apa yang ditulis media tentang Islam, tidak sepenuhnya benar.

"Banyak orang yang salah memahami Islam dan mereka meyakini apa yang mereka dengar di televisi sebagai sebuah kebenaran," sesal Gina.eramuslimdotcom