Sabtu, Mei 28, 2011

Nasib Malang Buruh Anak-Anak di Bangladesh


Di bawah ini adalah penjelasan bagaimana nasib anak-anak buruh di Bangladesh. Nasib anak-anak ini terjadi karena keterbelakangan ekonomi yang mengharuskan mereka untuk bekerja kasar begini.

Banyak dari anak-anak Bangladesh pada usia 5 – 15 tahun terlibat dalam berbagai pekerjaan kasar dan berbahaya di pabrik pabrik maupun di luar pabrik. Di bawah ini terdapat foto-foto profil buruh anak-anak Bangladesh, yang diambil gambarnya pada tahun 2008.
Shilu bekerja memisahkan batu-batuan dan pasir dengan alat ayakan di tepi sungai Piyan, Bangladesh.
-
-
Anak-anak mengangkat keranjang berisi batu yang berat di atas kepalanya ditepi sungai Piyan, Bangladesh.
-
..
-
Anak-anak dari daerah pedesaan Gaibandha bekerja di pabrik pembuatan batu bata di kota Dhaka, Bangladesh.
Anak-anak bekerja di pabrik batu bata di Fatullah, Bangladesh. Untuk 1.000 batu bata yang berhasil mereka bawa, mereka diberi upah 0,9 dolar AS.
-
-
Gadis cilik ini sedang bekerja menumbuk batu bata di sebuah pabrik batu bata di Dhaka, Bangladesh.
-
-
Jasmine 7 tahun, mengumpulkan sampah di pagi hari. Sekitar 5.000 ton sampah dan 1.000 orang pemulung mencari nafkah di tempat ini setiap harinya.
-
-
Seorang buruh anak sedang mengayak pasir dan batu krikil yang dipungut dari dasar sungai, di dermaga Bhollar di tepi sungai Piyain, Bangladesh. Sedikitnya 10.000 orang, termasuk 2.500 perempuan dan lebih dari 1.000 anak terlibat dalam pekerjaan tersebut. Suplai bahan-bahan bangunan seperti batu dan pasir, dan semen, sangat langka di Bangladesh, sehingga harganya sangat tinggi. Namun para buruh pengumpul batu krikil dan pasir tersebut, hanya menerima upah sekitar 150 taka (kurang dari 2 dolar AS) per hari.
-
-
Buruh anak sedang bekerja disebuah pabrik tekstil di Dhaka, Bangladesh. Sudah umum bagi anak-anak yang orang tuanya miskin bekerja di tempat yang berbahaya serta banyak menggunakan buruh, untuk membantu keluarganya. Rata-rata buruh anak-anak mendapat penghasilan antara 400 – 700 taka (sekitar 5 – 9 dolar AS) per bulan, sedang buruh dewasa bisa berpenghasilan sampai 5.000 taka (sekitar 60 dolar AS) per bulan.
-
-
Seorang anak sedang menjemur ikan di pulau Sonadia, Patukhali, Bangladesh. Ikan kering merupakan makanan Bengali yang digemari, dan lebih dari 50.000 buruh laki-laki, perempuan dan anak-anak dipekerjakan di industri ikan kering di daerah pesisir. Sekitar 300 ton ikan kering diproduksi setiap musimnya, yang dimulai bulan Nopember hingga April.
-
-
Bocah ini bekerja membuat komponen logam di sebuah pabrik di Dhaka, Bangladesh.
-
-
Ia telah bekerja di pabrik selama 2 tahun terakhir, dalam kondisi berbahaya, dan hanya mendapat makan 2 kali sehari.
-
-
Buruh anak-anak sedang beristirahat di sebuah pabrik panci perak di Dhaka, Bangladesh. Selama seminggu bekerja, mereka mendapatkan upah 200 taka (kurang dari 3 dolar AS), bekerja hampir 10 jam per hari, dari pagi sampai larut sore.
-
-
Jainal bekerja di pabrik pembuatan panci. Dia telah bekerja di pabrik selama 3 tahun. Dia bekerja mulai pukul 9 pagi sampai pukul 6 sore dan mendapatkan upah sebesar 10 dolar AS (sekitar Rp 94.000) per bulan.
-
-
Dua buruh anak-anak sedang makan siang saat istrihat di sebuah pabrik dimana mereka bekerja.
17,5 persen dari anak-anak di usia 5-15 tahun di Dkaha (tahun 2006) terlibat dalam kegiatan ekonomi. Banyak dari anak-anak yang terlibat dalam berbagai pekerjaan berbahaya di pabrik pabrik.

Apakah kita hanya diam saja melihat nasib anak-anak buruh di atas yang tersiksa dan harus bekerja demi segumpal nasi yang digunakan untuk makan?
Bantulah mereka, walaupun dengan do'a pasti Tuhan akan memberikan jalan yang terbaik bagi mereka.

Waktu 10 Bulan Untuk Menggambar Karya Unik Ini


Karya seni Detil mengambil banyak waktu untuk menyelesaikan, namun artis Amerika Joe Fenton membawanya ke tingkat yang baru ketika ia memutuskan untuk mendedikasikan 10 bulan hidupnya untuk gambar tunggal.

Kesendirian memang salah satu gambar yang paling rumit yang pernah saya lihat, dan mengetahui itu semua telah dilakukan dengan pena 0,5 mekanis membuat yang jauh lebih mengesankan. Mungkin Anda berada di bawah kesan artis hanya bekerja pada beberapa kali seminggu, selama 10 bulan yang dibutuhkan untuk menyelesaikan, namun pada kenyataannya Joe Fenton menarik pada meteran 5 tinggi dan 8 kaki di selembar kertas selama 10 jam hari, 7 hari seminggu. Kebanyakan orang mungkin akan menyerah hanya setelah beberapa hari, tapi Joe menunjukkan kepercayaan yang cukup dan kesabaran untuk melihatnya melalui. “Butuh keberanian untuk memulainya karena saya tidak pernah melakukan apa pun bahwa ukuran sebelumnya,” katanya kepada saya Modern Met. “Seperti yang dapat Anda bayangkan, Anda harus menginvestasikan banyak waktu Anda untuk menyelesaikan sesuatu seperti ini. Aku hanya harus percaya pada proses saya dan memiliki iman bahwa itu akan berhasil! “

Untuk Kesendirian, Joe Fenton menciptakan semua elemen pada skala yang lebih kecil dari potongan itu semua bersama-sama seperti sebuah puzzle raksasa dengan menelusuri semua gambar pada selembar kertas besar. Meskipun ia bukanlah orang yang religius, untuk proyek ini ia ingin menyertakan referensi keagamaan seperti Setelah 10 bulan bekerja “karakter Ganesha-seperti, seorang Buddha menyeringai, atau salib samar menghiasi atap di kejauhan.”, Dia selesai semua ini dengan akrilik dan cat.


Spoiler:





Spoiler:




Seberapa kuat kah militer indonesia ?




Indonesia memang negara yang baru berkembang,bukan berarti kekuatan militernya pun masih kecil.Indonesia merupakan negara dengan penduduk terbesar ke 4 di dunia.Ini membuktikan bahwa indonesia memiliki populasi penduduk yang berjumlah sangat besar,lebih besar daripada negara maju seperti inggris,bahkan negara adikuasa Uni soviet/russia,dengan begitu negara ini bisa jauh lebih kuat dibandingkan dengan negara Inggris -United kingdom- meskipun dalam segi peralatan militernya,inggris jauh lebih modern dibanding indonesia.






Menurut Global fire power,Indonesia adalah negara dengan peringkat militer terbesar ke 14 dunia.Ini sudah cukup membuktikan,bahwa suatu saat nanti tidak menutup kemungkinan indonesia akan menjadi negara adikuasa.



Total Populations


indonesia +4

Military Manpower


indonesia +3


Military Age


indonesia +3

Labor Forces



indonesia +4


ada beberapa faktor yang dapat membuat suatu negara menjadi kuat yaitu :

1.faktor ekonomi negaranya
2.faktor penduduk negaranya
3.faktor peralatan perang negaranya
4.faktor kerjasama antar negaranya

sedangkan indonesia baru memiliki faktor ke 2. dan 4. nya saja.
keadaan ekonomi indonesia belum cukup untuk memenuhi kebutuhan negaranya.
dan peralatan perang milik indonesia masih minim.


Namun kini indonesia sudah mulai bangkit kembali.Kini indonesia telah membuat sendiri kendaraan perangnya.Seperti, panser Anoa v1-v2 dan baru baru ini adalah KRI banjarmasin.

ini dia rincian militer indonesia (berdasarkan tahun 2008) :

PERSONIL
Total Population: 237,512,352 [2008]
Population Available: 125,530,542 [2008]
Fit for Military Service: 104,496,911 [2008]
Reaching Military Age Annually: 4,291,700 [2008]
Active Military Personnel: 316,000 [2008]
Active Military Reserve: 400,000 [2008]
Active Paramilitary Units: 207,000 [2008]

ARMY
Total Land-Based Weapons: 2,122
Tanks: 425 [2004]
Armored Personnel Carriers: 684 [2004]
Towed Artillery: 293 [2004]
Self-Propelled Guns: 70 [2004]
Anti-Aircraft Weapons: 515 [2004]

AIR FORCE
Total Aircraft: 313 [2004]
Helicopters: 194 [2004]
Serviceable Airports: 652 [2007]

NAVY
Total Navy Ships: 111
Merchant Marine Strength: 971 [2008]
Major Ports and Harbors: 10
Aircraft Carriers: 0 [2008]
Destroyers: 0 [2008]
Submarines: 2 [2004]
Frigates: 15 [2004]
Patrol & Coastal Craft: 24 [2004]
Mine Warfare Craft: 12 [2004]
Amphibious Craft: 26 [2004]

LOGISTICAL
Labor Force: 109,900,000 [2007]
Roadways: 391,009 km
Railways: 6,458 km

FINANCES (USD)
Defense Budget: $4,740,000,000 [2008]
Foreign Exch. & Gold: $56,920,000,000 [2007]
Purchasing Power: $843,700,000 [2008]

OIL
Oil Production: 837,500 bbl/day [2007]
Oil Consumption: 1,100,000 bbl/day [2006]
Proven Oil Reserves: 4,430,000,000 bbl [2007]

GEOGRAPHIC
Waterways: 21,579 km
Coastline: 54,716 km
Square Land Area: 1,919,440 km

Spoiler for NKRI:






Spoiler for NKRI:













Spoiler for NKRI:






Spoiler for NKRI:




Spoiler for NKRI:






Spoiler for NKRI:






Spoiler for NKRI:






Spoiler for NKRI:






Spoiler for NKRI:






Spoiler for NKRI:






Spoiler for NKRI:






Spoiler for NKRI:






Quote:



Sekarang kita tinggal menunggu generasi generasi anak bangsa indonesia yang mampu mengantarkan indonesia ke suatu negara yang lebih maju lagi ,

Dan satu lagi yang terpenting,senjata tidak lah menjadi kendala untuk menang dalam peperangan.Yang menjadi kendala satu satunya saat berperang adalah,seberapa besar semangat dan kecintaan tanah air seseorang kepada negaranya...

HIDUP INDONESIA RAYA,MERDEKA !!

Kekuatan Militer Indonesia

Seringkali, kita merasa kecil dan tidak mampu jika mengingat kekuatan  militer Indonesia yang mungkin sedikit (atau banyak??) tertinggal bahkan dengan negara tetangga-tetangga kita.
Lihat saja komentar-komentar yang muncul ketika ada konflik di Ambalat, dll. Ada yang berteriak-teriak patriotik, tapi banyak pula yang nyinyir menyindir peralatan militer kita (alutsista), kemampuan, dll.
Menurut gw pribadi, yang nggak ngerti-ngerti banget sih ya pendapat tersebut ya sah-sah saja..

sumber: Antara
(foto: Antara)
Ada pendapat yang berpandangan bahwa kekuatan militer bersandar pada kekuatan peralatan, perlengkapan dan personil (tentara), ada juga pendapat yang mengacu kepada 'kekuatan' sumberdaya, geografis, dll.

Mungkin pandangan kekuatan militer modern memang mengacu kepada kekuatan perlengkapan, peralatan dan personil militernya.
Ibaratnya balap mobil, sewajarnya orang akan memperhatikan mesin mobil tersebut, kemampuannya, atau pembalapnya. Yang kesemuanya itu memang 'mencerminkan' kekuatan.

Pendapat lain mungkin melihat sisi lain seperti faktor geografis, alam, sumber daya, penduduk, dll-nya. Tentu saja pendapat ini juga bukan tanpa alasan, untuk yang membaca sejarah Perang Dunia kedua, mungkin paham Jerman yang disebut negara kecil, nyaris menaklukan seluruh Eropa kala itu.
Negara kecil yang saat sebelum perang dunia kedua tertimpa beragam kesulitan dan kemalangan karena kerugian yang dideritanya pada Perang Dunia kesatu tersebut mampu membangun kekuatan militer hingga sempat melampui kekuatan militer negara-negara tetangganya.
Tapi perang memang bukan balap mobil, yang bisa dibuat standarisasi dan kelasnya. Alias, dalam perang memang nggak ada 'kelas-nya'
Mau kuat mau lemah, mau adil mau tidak, mau berimbang atau tidak berimbang, ya perang sajahhh..
Alhasil, menurut versi Global Fire Power, Kekuatan Militer Indonesia menduduki peringkat ke 13 kekuatan militer dunia. Jauh diatas Australia (21), Thailand (23), Philipines (30) atau bahkan Iraq (34).
Indonesian Military Strength
Minimum Military Enlistment Age 18 Years Old
Available Military Manpower 60,543,028
Total Military Personnel 923,000
Active Frontline Personnel 316,000
Yearly Military Expenditure $1,300,000,000
Available Purchasing Power $901,700,000,000
Reported Gold Reserves $34,700,000,000
Small Arms Authorized Exports (FY2005) N/A
Small Arms Authorized Imports (FY2005) N/A

Aircraft 613
Armor 969
Artillery Systems 700
Missile Defense Systems 91
Infantry Support Systems 1,790
Naval Units 121
Merchant Marine Strength 750

Serviceable Airports 668
Railways 6,458 km
Waterways 21,579 km
Serviceable Roadways 368,360 km
Total Square Area 1,919,440 km


Major Ports and Harbors 9
Oil Production 1,094,000 (barrels per day)
Oil Consumption 1,155,000 (barrels per day)
Proven Oil Reserves 4,600,000,000 (barrels)
Labor Force 94,200,000
Source : Global Fire Power

Sedangkan, berdasarkan Strategy Pages, Indonesia menduduki ranking 7 untuk negara-negara Asia Timur. Sedikit diatas Australia, Thailand, SIngapore, dll, tetapi dibawah Vietnam (6)
Armed Forces of the World
Land Tot Tot Act Mil Bud Air
Country Rnk Power Qual Pop GDP Men Bud Man AFV Cmbt Ldrs Eqp Exp Spt Mob Trad
East Asian Nations
China 1 827 32 1300 $800 2100 $40000 $19 14500 3300 6 5 5 6 4 6
Korea, South 2 289 31 47.4 $450 680 $13000 $19 5600 650 6 5 6 5 4 5
Korea, North 3 274 20 24 $15 1000 $1200 $1 5500 600 6 4 3 4 5 4
Taiwan 4 155 41 22.2 $320 350 $18000 $51 3200 520 6 6 6 6 5 5
Japan 5 150 73 127 $4600 240 $47000 $196 2100 380 6 8 6 8 8 7
Vietnam 6 150 23 81 $32 480 $1400 $3 2800 200 6 4 6 4 3 6
Indonesia 7 56 16 212 $165 290 $1200 $4 840 120 5 3 6 4 3 5
Thailand 8 45 12 62 $130 300 $2400 $8 1600 150 5 3 5 2 3 3
Australia 9 33 54 19.1 $400 50 $7200 $144 640 140 6 7 7 6 4 7
Singapore 10 26 33 3.7 $100 60 $4800 $80 1400 170 6 6 6 4 3 3
Philippines 11 25 19 78 $85 110 $1600 $15 480 135 6 4 6 3 2 4
Malaysia 12 23 25 22 $90 98 $3000 $31 450 70 6 5 5 3 3 4
Cambodia 13 16 12 11.5 $3.3 110 $600 $5 260 22 5 3 5 3 1 4
New Zealand 14 4 39 4 $55 9 $1400 $156 80 36 6 6 6 5 3 6
Laos 15 3 6 5.5 $1.6 28 $20 $1 120 12 5 2 5 2 1 2
Mongolia 16 2 10 2.8 $1.1 9 $20 $2 1400 20 5 3 5 1 2 3
Brunei 17 1 19 0.34 $6 6 $380 $66 55 5 5 6 4 1 1 1
Papua-New Guinea 18 1 13 5 $4.8 4 $55 $12 0 0 5 4 5 2 1 1
Fiji 19 0 12 0.8 $1.4 3 $32 $9 0 0 6 4 5 1 1 1
Source: Strategy Page

Kemampuan-Peralatan Tempur Indonesia Vs Malaysia


ImageNampaknya TNI Angkatan Udara sudah benar-benar siap apabila memang antara Indonesia dan Malaysia terjadi peperangan, TNI Angkatan Udara juga yakin bahwa kemampuan mereka lebih unggul dibandingkan dengan TNI Angkatan Udara dari Malaysia
TNI Angkatan Udara tidak pernah khawatir dengan kekuatan tempur udara yang dimiliki Angkatan Bersenjata Malaysia. Indonesia memiliki keunggulan pesawat tempurnya saat ini.
“Kalau kekuatan saya kira sama lah yah, bahkan kita lebih unggul sedikit,” kata Kepala Staf TNI Angkatan Udara (Kasau) Marsekal Imam Sufaat menjawab pertanyaan.
Dari segi kemampuan pilot pesawat tempur, kemampuan pilot Indonesia lebih dari Malaysia. Contoh saja, saat diadakan latihan bersama Malaysia, kemampuan menembak pilot TNI AU selalu tepat sasaran, sementara Malaysia melenceng.
Ini kelihatan jelas, bahwa kemampuan pilot TNI AU melebihi pilot tentara Malaysia. “Beberapa kali kita latihan di Malindo (Malaysia-Indonesia) Pilot kita targetnya selalu hancur, mereka ada yang miss,” terang Kasau.
Sedangkan untuk kepemilikan pesawat tempur, ada kelebihan dan kekurangannya. Seperti pesawat Sukhoi buatan Rusia, Indonesia baru punya 7 menuju 10 pesawat, sedangkan Malaysia sudah menuju 18 pesawat.
“Tapi kalau F-16 kita punya, sedangkan Malaysia tidak punya sama sekali,” ujar Kasau.
Bahkan, untuk kemampuan aerobatik pun, Indonesia banyak memiliki pilot yang handal di strategi itu, sedangkan Malaysia tidak.
“Jadi tidak perlu dikhawatirkan, baik dari segi kemampuan tentaranya maupun pesawat-pesawatnya,” tuturnya.
Sementara merujuk pada buku berjudul “Pertahanan Negara dan Postur TNI Ideal” karya pengamat militer Universitas Indonesia, Connie Rakahundi Bakrie.
Buku ini diluncurkan istri Mantan Pangkostrad Letjen TNI (Purn) Djaja Suparman pada 2007 lalu, memuat antara lain perbandingan alutsista TNI dengan negara dunia dan utamanya di Asia Tenggara.
Perbandingan Persenjataan:
Secara umum untuk total pesawat tempur TNI-AU berjumlah 247 unit, RSAF (Angkatan Udara) Singapura 153 unit. Meski lebih banyak namun 53 persen pesawat tempur TNI-AU itu dikategorikan fighter dibandingkan milik Singapura.
Di Asia Tenggara, Indonesia terbanyak dimana posisi kedua Vietnam 204 unit pesawat fighter dan Thailand (posisi keempat) 87 unit pesawat.
Malaysia tidak disebutkan namun yang jelas di bawah dari keempat negara yang disebutkan di atas. Jenis pesawat fighter TNI-AU terdiri atas F-5, F-16, Sukhoi, Su-30, dan 2 unit Su-27, F-5, dan berbagai jenis lainnya.
Untuk helikopter yang dimiliki TNI-AU hanya 38 unit terdiri atas dua jenis Assault dan Transport (tipe NAS-332L Super Puma serta NAS-330 Puma). Di Asia Tenggara, jumlah terbanyak helikopter dimiliki Singapura 110 unit, lalu AU Filipina 80 unit. Indonesia berada di peringkat ketujuh dari 10 negara Asia Tenggara. Malaysia tidak disebutkan apakah dibawah Indonesia atau diatasnya.
vivanews.com

Warning Untuk Malaysia…Indonesia mulai Belanja Alutsista besar-besaran


Akhirnya indonesia mulai kehilangan kesabaran, karena terus menerus dipameri kekuatan militer negara tetangga yg terus menerus melecehkan kedaulatan Indonesia.
Rencana kedatangan alutsista TNI 2010-2014 dengan anggaran pembelian US$ 15 Milyar aatau kira-kira Rp.150 Trilyun,-
Renstra TNI 2010-2014 memberikan nuansa pelangi terhadap komparasi alutsista yang akan diperbaharui yaitu adanya diversifikasi terhadap jenis alutsista produksi dalam negeri , dari Rusia, China dan Amerika Serikat. Setidaknya itu yang mengemuka dalam statement yang dikemukakan Panglima TNI Jendral Djoko Santoso dalam rapat kerja dengan Komisi I DPR RI di Jakarta kemarin.
Dalam rencana strategis itu diungkapkan bahwa TNI akan memenuhi kebutuhan armada kapal perang dengan memesan 35 Kapal Cepat Rudal Trimaran ukuran 60 meter, 40 Kapal Patroli Cepat Rudal ukuran 40 meter dan 15 Korvet semuanya produksi dalam negeri. Sementara 2 kapal selam kelas Kilo dari Rusia dipastikan hadir tahun 2013.
Untuk Kapal Cepat Rudal Trimaran dan Patroli Cepat adalah produksi swasta nasional, masing-masing akan dilengkapi sepasang rudal buatan China dan Rusia, sementara Korvet adalah produksi PT PAL Indonesia, demikian diungkapkan Jendral Djoko Santoso.
Angkatan Udara Indonesia akan diperkuat dengan pembelian 22 F16 CD dari Amerika Serikat dan 12 pesawat angkut Hercules. Saat ini TNI AU memiliki 10 F16 AB dan 38 Hercules berbagai seri.
Beberapa minggu yang lalu Jet tempur SU27 dari Rusia tiba di PangkalanAU Makassar. Dengan kedatangan 3 penempur Sukhoi itu, TNI AU memiliki 10 Sukhoi dan merencanakan akan terus menambah pesawat empur jenis ini sampai mencapai 48 buah ( 4 skuadron).
Yang menarik dari renstra TNI ini adalah adanya pergelaran rudal produksi dalam negeri yang mampu menjangkau jarak tembak sampai 300 km dan sekaligus mengubah konsep hankam TNI dari defensif murni menjadi pre emptive strike. Menurut pengamat militer Jales Primowardhani perubahan konsep ini dipicu oleh keangkuhan Malaysia yang mengganggu teritori Indonesia terutama perairan Ambalat. Ini yang membuat petinggi TNI dan bahkan Presiden SBY merasa gerah dan kemudian mempersiapkan arsenal berbagai jenis untuk mengantisipasi kondisi terburuk, katanya.
TNI memang sedang mempersiapkan diri, memperbaharui alutsistanya. Lihat saja di kalimantan, Kodam dimekarkan menjadi 2 dengan menambah kekuatan pasukan secara besar-besaran sampai mencapai 30 ribu, pembentukan 8 batalyon infantri, 6 batalyon kavaleri, 4 batalyon artileri dan 4 batalyon rudal. Tarakan juga menjadi home base bagi 16 pesawat tempur Super Tucano disamping Pontianak yang sudah eksis sengan 16 pesawat tempur Hawk.

Seorang petinggi di Kementerian Pertahanan Indonesia yang enggan disebut namanya membenarkan bahwa TNI sedang mempersiapkan kekuatannya dengan memperbesar satuan-satuannya. Marinir akan ditambah menjadi 60ribu pasukan, Kostrad sedang membangun divisi 3, Kodam-kodam menambah batalyon infanri dan mekanis. Rudal berbagai jenis sudah dan sedang dalam pesanan seperti Qw3, C-802, Yakhont, AGM Maverick. Nantinya kekuatan TNI AL bertumpu pada kekuatan 3 armada tempur dengan kekuatan 276 KRI, 12 Kapal Selam , 60 ribu marinr. TNI AU dengan 4 Skuadron Sukhoi, 3 Skuadron F16, 2 Skuadron Hawk, 1 skuadron Stucano, 1 skuadron Yak 130.


TNI AD dengan 3 divisi Kostrad, 21 Kodam dengan kekuatan pasukan mencapai 450 ribu tentara.
sumber :reuters
Rencana pembelian
  • 3 Sukhoi SU27 April 2010 (realisasi 5 sep 2010 dan 15 sep 2010)
  • 16 Super Tucano September 2010 (DICARI ALTERNATIF LAIN)
  • 8 Heli tempur MI35 Nopember 2010
  • 12 Heli tempur MI17 Oktober 2010
  • 6 Sukhoi SU30 Mei 2011
  • 6 Hercules Desember 2010
  • 8 Kapal Cepat Rudal Ctmaran Nopember 2010
  • 6 Hercules Nopember 2011
  • 22 F16 CD Oktober 2011 - Juni 2012
  • 12 Kapal Cepat Rudal Ctmaran Desember 2011
  • 4 Korvet PAL Juni - Okt 2011
  • 16 Yak 130 April 2013
  • 10 Sukhoi SU27/30 Nopember 2013
  • 2 Kapal Selam Kilo Desember 2013
  • 20 Kapal Patroli Cepat Rudal Jan - Des 2011
  • 80 Rudal Lapan Juni - Okt 2010
  • 12 Korvet PAL Jan 2012- Des 2013
  • 5 Batteray S300 Mei 2013
  • 2 Kapal Selam U214 Okt 2014
  • 10 Sukhoi SU35 Agustus 2014
  • 200 Rudal Lapan Feb - Sep 2011

Sumber : Jane’s Defence Feb 2010

Nah… mestinya dari dulu kita mulai memikirkan penambahan alutsista kita, tapi tidak apalah meskipun sedikit terlambat tapi saya sebagai warga negara sangat menghargai sikap pemimpin2 kita yg mulai menyadari pentingnya persenjataan guna menjaga kedaulatan Bangsa dan Negara Indonesia.
Bravo Indonesia…Bravo TNI….. jangan biarkan negara lain terutama malaysia coba-coba melecehkan kedaulatan kita..!!
Untuk Malaysia….. berhati-hatilah dengan Indonesia, karena militer Indonesia sudah mulai kehabisan kesabarannya.

Tank Amfibi BMP-3F Tiba di Indonesia 2010




Jakarta - Tank amfibi jenis BMP-3F dari Rusia untuk TNI Angkatan Laut (AL) diperkirakan tiba pada 2010, setelah kontrak pengadaannya ditandatangani pada Agustus 2008.

"Kemungkinan tiba di Indonesia pada 2010 dan langsung diserahkan kepada TNI AL sebagai pengguna," kata Dirjen Sarana Pertahanan (Ranahan), Marsekal Muda TNI Eris Heriyanto ketika dikonfirmasi ANTARA di Jakarta, Jumat (5/9).

Ditambahkannya, segala hal yang berkaitan dengan pengadaan 17 unit tank amfibi BMP-3 itu terus dilakukan, sehingga diharapkan lebih cepat tiba di Indonesia dan dapat segera memperkuat daya tempur Korps Marinir.

Hal senada diungkapkan Komandan Korps Marinir, Mayjen TNI Marinir Djunaidi Djahri yang ditemui terpisah, yang mengatakan pihaknya menginginkan 17 unit tank amfibi itu dapat datang pada 2009.

"Ya saya berharap bisa datang lebih awal, hingga dapat memperkuat jajaran Korps Marinir," katanya.

Djunaidi mengatakan, saat ini rata-rata kesiapan alat utama sistem senjata (alutsista) Marinir, termasuk kendaraan tempur, sekitar 60 hingga 70 persen. "Cukup baik, tetapi kan ada beberapa yang sudah sangat tua hingga perlu segera diganti untuk memaksimalkan efek tangkal dan daya tempur kita," tuturnya.

Dana yang dikucurkan dalam pembelian itu mencapai Rp.455 miliar atau U$50 juta. Awalnya, dengan harga tersebut TNI AL mendapatkan 20 tank, tetapi akhirnya hanya didapat 17 unit karena harganya mengalami kenaikan.

Korps Marinir saat ini memiliki sekitar 400 tank. Sebagian di antaranya kurang layak beroperasi. Sebagian yang masih bisa diperbaiki akan diperbaiki, sementara yang sudah tidak layak sama sekali akan dikandangkan, kata Djunaidi Djahri. (*)

Sumber : ANTARA